Skip to main content

Hitachi

Hitachi di Indonesia

Tantangan Analog Microwave Link: Challenged In A Digital World

MediaCorp

MediaCorp adalah perusahaan media terkemuka di Singapura dengan jangkauan platform terlengkap yang mencakup televisi, radio, surat kabar, majalah, film, media digital, dan media luar rumah.

Perusahaan ini mempelopori pengembangan industri penyiaran di Singapura, dengan siaran Radio pada tahun 1936 dan Televisi pada tahun 1963. Saat ini, MediaCorp memiliki lebih dari 50 produk dan merek di empat bahasa (Inggris, Mandarin, Melayu, dan Tamil), yang merangkul semua orang dewasa di Singapura setiap minggu.

Sejak akhir tahun 1980-an, MediaCorp telah menggunakan sistem tautan gelombang mikro analog untuk liputan tempat penyiaran luar ruangan sementara, dengan beberapa acara seperti acara olahraga, parade, dan lintas berita langsung.

"Pada masa itu, tautan serat sangat mahal dan tidak tersedia di mana saja di negara ini" kata Mr. Lim Hwa Meng, Assistant Vice President Operations, Enterprises & Technologies MediaCorp, Pte Ltd.

"Saya adalah bagian dari tim yang merencanakan dan merekomendasikan teknologi mana yang akan diadopsi untuk tautan kontribusi sebagai bagian dari peta jalan teknologi MediaCorp," kata Mr. Lim.


Diperlukan Garis Pandang

Teknologi tautan gelombang mikro analog memerlukan garis pandang, yang dalam hal ini baik titik transmisi maupun titik penerimaan harus nampak saling melihat untuk sinyal yang akan berhasil ditransmisikan.

Oleh karena itu, proses ini membutuhkan waktu dan upaya untuk merencanakan titik yang sesuai atau tempat yang sesuai untuk transmisi yang berhasil. Proses ini tidak hanya mengorbankan jam kerja lebih, jika terjadi sisipan berita menit terakhir, di saat waktu sangatlah penting, namun proses ini juga bisa menjadi kemunduran besar. Potensi peluang bisa saja hilang dan produktivitas juga merugi.

"Ini benar-benar menghabiskan banyak biaya dan upaya, dan pastinya bukan solusi yang layak ketika terjadi sisipan berita langsung, ini bisa terjadi di mana saja, jadi ini adalah salah satu kekurangan yang dihadapi oleh sistem analog," kata Mr. Lim.


Jumlah Besar Lebar Gelombang

Modulasi analog memakan jumlah lebar gelombang yang lebih besar dan tidak dapat mendukung pengkodean saluran atau aliran bit digital ketika konten didigitalkan dan dikompresi menjadi pengkodean MPEG.

Di tautan analog, satu sinyal video dapat menempati seluruh 20 MHz lebar gelombang. Semakin banyak data yang perlu ditransmisikan, semakin besar lebar gelombang yang diperlukan.

"Untuk analog, lebar gelombang memerlukan sekitar 10 MHz, sedangkan dalam teknik modulasi digital atau lainnya, Anda benar-benar dapat dengan mudah melipatgandakan atau melipatempatkan jumlah saluran video yang dapat kami dorong ke dalam 20 MHz ini. Itu saja memberi tahu kami bahwa kami memiliki banyak penghematan biaya dan peluang yang ada", kata Mr. Lim.


Kepudaran Sinyal dan Kehilangan Pantulan

Teknologi tautan gelombang mikro analog menghadapi keterbatasan transmisi gambar video yang jelas pada tingkat penerimaan yang lebih rendah. Ketika tingkat penerimaan turun, kualitas gambar yang ditransmisikan menurun secara bertahap.

Tantangan

Tantangan yang dihadapi oleh MediaCorp Pte Ltd. dalam menggunakan teknologi Tautan Gelombang Mikro Analog:

  • Diperlukan Garis Pandang
  • Memanfaatkan Jumlah Besar Lebar Gelombang
  • Rentan terhadap kepudaran dan kehilangan pantulan